Thursday, October 13, 2016

Apakah bahan baku pembuatan semen?


Anda pasti sudah tak asing lagi dengan yang namanya semen. Mungkin jika dalam skala rumah tangga, biasanya masyarakat biasa membeli semen portland kiloan di toko bangunan buat digunakan untuk menambal tembok atau membuat kolam kecil dsb.

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa semen biasa dipakai merekat batu, bata, batako, maupun bahan bangunan lainnya. Dan menurut cerita sejarah, bahwa fungsi semen ini sudah dikenal sejak jaman dahulu kala. Misalnya Candi borobudur, prambanan bahkan tembok besar cina yang menurut cerita dibangun dengan bantuan perekat berupa ketan.

Untuk cikal bakal semen yang kita kenal di masa sekarang, menurut sejarah asal mulanya adalah ditemukan oleh John Smeaton - insinyur asal Inggris yang berhasil menemukan kembali ramuan kuno berkhasiat luar biasa. Dia membuat adonan dengan memanfaatkan campuran batu kapur dan tanah liat saat membangun menara suar Eddystone di lepas pantai Cornwall, Inggris pada abad ke-18.

Akan tetapi, beliau bukanlah orang yang mematenkan semen yang banyak dikenal sekarang ini. Akan tetapi adalah seorang Joseph Aspdin yang merupakan insinyur berkebangsaan Inggris yang pada tahun 1824 berhasil mengurus hak paten ramuan "ajaib" yang kemudian dikenal dengan sebutan semen portland. Kenapa dinamakan semen portland? Itu karena hasil akhir olahannya mirip dengan tanah liat pulau Portland, Inggris. Dan hasil rekayasa Aspdin inilah yang menjadi cikal bakal semen-semen yang banyak dipajang di toko bangunan di era sekarang ini.

Sebenarnya, bahan baku pembuatan semen yang dipakai Aspdin tak beda jauh dengan Smeaton, Dia mengandalkan batu kapur (kaya akan kalsium karbonat) dan tanah lempung yang banyak mengandung silika (sejenis mineral berbentuk pasir), aluminium oksida (alumina) serta oksida besi. Yang mana bahan-bahan tersebut lalu dihaluskan dan dipanaskan pada suhu yang tinggi sampai akhirnya terbentuk campuran baru.